|
Nur Farizah -nama lengkap Fari- berusia 16 tahun. Pertama kali datang ke tempat Griyakami Homecare, menangis histeris. Menurut ibunya yang menggendong Fari ke-mana2, begitulah Fari jika datang ke suatu tempat yang asing. Memang Fari hanya dapat mengekspresikan apa yang ada dalam hatinya dengan cara menangis atau tertawa/tersenyum. Fari termasuk Cerebral Palsy (CP), cacat otak bawaan. Ayahnya sudah meninggal dan ke-mana2 ibunyalah yang menggendong Fari karena Fari tidak dapat berjalan normal. Ibu melihat Griyakami melalui website Griyakami Homecare dan tertarik untuk memberikan Fari kursi roda. Apalagi akhir Desember 2009 salah seorang kakak Fari akan menikah. Jika Fari bisa duduk manis di kursi roda khusus maka ibu akan lebih leluasa dalam menyalami tamu. Dibuatlah jadwal pertemuan dengan dokter Vitri - dokter rehab - yang akan melihat apa saja keperluan untuk Fari. Dokter Vitri didampingi oleh Lidya, designer untuk alat2 khusus anak2 CP. Kursi roda maupun alat lain untuk memenuhi kebutuhan anak2 CP, harus dibuat khusus. Perlu pengukuran yang teliti, disesuaikan kebutuhan dalam pertumbuhan dan tidak merusak postur tubuh. Bisa dibayangkan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk pengukuran. Yang kita hadapi bukanlah anak normal, yang dengan mudah bisa disuruh diam dan menurut kemauan kita waktu mengukur tubuhnya. Meskipun tidak bisa bicara tetapi mereka punya perasaan, Padahal belum tentu tulang punggungnya lurus, misalnya, ketika kita akan mengukur bagian belakangnya. Belum lagi jika anak sudah merasa capek dan bosan..... Setelah selesai diukur, alatpun siap untuk dikerjakan. Artinya Lidya, mulai pekerjaannya, mendesign bentuk, membeli bahan, me'construct' hingga menjadi sesuai dengan apa yang kita bayangkan. Butuh waktu kira2 sebulan untuk membuat sampai pada tahap fitting pertama. Ketika tiba saat fitting pertama, Fari masih menangis sebentar, karena diletakkan di ruang yang berbeda ketika saat pertama tiba. Kebetulan ketika itu ada anak lain yang juga butuh pemeriksaan/pengukuran. Tetapi ketika Fari didudukkan dikursi rodanya yang baru setengah jadi, dia mulai terdiam dan mungkin merasakan lebih nyaman, duduk di kursi sendiri. Senyumnya mulai mengembang. Cantik loh Fari kalau tersenyum....!! Sayangnya kursi roda belum bisa dibawa pulang, masih perlu sedikit revisi. Perlu satu bulan lagi waktu yang dibutuhkan oleh Lidya.... Setidaknya Fari sudah mulai ramah pada kita yang ada di Griyakami Homecare.
 Dengan Lidya, designer alat bantu khusus Kemudian tibalah hari dimana kursi dicoba lagi untuk kedua kalinya. Mudah2an bisa dibawa pulang. Menurut ibunya Fari, ketika ibu menerima kabar bahwa kursi sudah selesai, Fari juga gelisah dan mulai senyum2.... Berarti Fari mengerti semuanya ya??? Pada hari itu beda banget dengan ketika pertama kali datang, hari dimana penuh tangisan dan pemberontakan. Hari ini penuh dengan senyum dan tawa. Apalagi ketika ibu berjanji akan membawa Fari jalan2 sebab ibu juga tak perlu gendong2 lagi.....  Kursi roda untuk Fari
 Senangnya....dikelilingi Lidya, ibu dan kakak calon pengantin!!!
|