EMPAT FASE PENYAKIT ARTRITIS GOUT
Berikut ini adalah empat fase penyakit artritis gout:
1. Hiperurisem
ia Asimptomatik [tanpa gejala]
Gejala : Pada fase ini, peningkatan asam urat tidak disertai gejala klinis.
Cara Pengobatan : Tidak dibutuhkan obat penurun asam urat pada fase ini, kecuali jika kadar asam urat sangat tinggi.
1. 2. Artritis Gout Akut
Gejala : Berupa serangan akut (mendadak), sendi menjadi nyeri, hangat, bengkak, merah, dan sulit digerakkan. Kadang disertai gejala umum berupa demam, menggigil atau lemas. Nyeri meningkat sampai puncaknya dalam 8-12jam. Sendi yang terlibat pada serangan pertama umumnya adalah sendi pangkal ibu jari. Sendi-sendi lain: pergelangan kaki, lutut, dan jarang- jarang di pergelangan tangan, jari-jari tangan, dan siku. Tanda klasik, penderita merasa sangat nyeri sehingga sulit untuk berjalan atau memakai sepatu.
Cara Pengobatan : Pemeriksaan kadar asam urat dalam darah dianjurkan setelah 2 minggu serangan akut agar menunjukkan kadar asam urat yang sesungguhnya.
1. 3. Interkritikal Gout
Gejala: Penderita bebas dari rasa nyeri, atau antara satu serangan dengan serangan berikutnya berlangsung rata-rata enam bulan sampai dua tahun. Meskipun tidak terasa nyeri, proses peradangan terus berlangsung.
Pengobatan : Penderita yang tidak mendapatkan pengobatan yang benar, akan mengalami serangan akut yang lebih sering dan berlanjut pada stadium kronik disertai pembentukan tofus.
1. 4. Artritis Gout Tofaseus Kronik
Gejala : Penderita akan merasa nyeri hampir di seluruh tubuh (jari tangan, pergelangan, telinga, lutut, siku). Nyeri bisa berlanjut menjadi komplikasi tofus (nyeri dan kerusakan sendi serta penekanan pada pembuluh saraf).
1. 5. Batu Asam Urat di Ginjal
Gejala : Nyeri sendi dapat terjadi di penumpukan asam urat dan membetuk batu asam urat. Penderita akan merasakan nyeri pinggang hebat (kolik) jika batu tersebut menyumbat saluran kencing. Kadang disertai keluarnya batu atau pasir, dan terdapat darah pada saat berkemih.
Pengobatan : Penderita harus menjalani terapi cuci darah.
Bagaimana penatalaksanaan Artritis Gout?
Memodifikasi gaya hidup dengan berolahraga, diet rendah purin, dan mengurangi berat badan bagi yang gemuk.
Hindari alkohol karena selain meningkatkan produksi, juga mengganggu pengeluaran asam urat melalui ginjal.
Banyak minum air putih.
Jangan mengkonsumsi jamu-jamuan yang mengklaim dapat menyembuhkan asam urat karena beberapa diantaranya dapat mengakibatkan efek samping seperti pendarahan saluran dan kerusakan ginjal.
Makanan yang mengandung Purin:
1. Seafood (remis, udang, kerang, kepiting, lobster)
2. Makanan yang diawetkan (kornet, sarden)
3. Jeroan (otak, lidah, paru, hati, babat, usus)
4. Daging merah atau kaldu daging (sop kental)
5. Makanan dan minuman yang mengandung alkohol (arak, bir, anggur, tape ketan, tape singkong, tuak, dan makanan beragi)
Hal-hal yang harus diperhatikan:
Pemberian obat penurun kadar asam urat atau perubahan dosis sebaiknya dilakukan setelah serangan akut teratasi [kurang lebih dua minggu].
Konsultasikan dengan dokter mengenai obat, jangan mengonsumsi sendiri obat penurun asam urat untuk menghindari efek samping yang berat.
Bagi penderita yang belum atau tidak sedang mengonsumsi obat penurun asam urat [seperti alopurinol] jangan mengonsumsi obat tersebut pada saat serangan, karena akan mengakibatkan peradangan yang lebih berat.
***
dr. Laniyati Hamijoyo, SpPD-KR, M.Kes.
Sumber: Harian Pikiran Rakyat edisi 22 Desember 2011



