Pengalaman Ibu Poppie Merawat Pasien Yang Terkena Luka Dekubitus

Luka pada orang normal bisa sembuh atau mengering dengan cepat, namun bagi penderita Diabetes Mellitus (DM) dan juga stroke penyembuhan luka lecet memerlukan waktu lama dan harus segera diobati hingga tuntas. Kadang pengobatannya harus diberi antibiotik untuk mencegah parahnya luka. Jika kondisi luka lebih parah bahkan membusuk, maka bisa jadi bagian yang busuk itu harus diamputasi.

 

MENGATASI LUKA DEKUBITUS

Awalnya sepulang rawat inap dari Rumah Sakit, saya temukan ada bekas luka di lipatan pinggul kiri Iman (Alm. suami saya). Mungkin karena waktu tidur Iman menghadap satu sisi dalam jangka waktu lama. Saya pikir lipatan itu akan hilang dengan sendirinya. Menurut Ivo, luka itu adalah dekubitus yaitu luka tekan akibat posisi [pasien] yang tak berubah. Luka ini umum ditemukan pada pasien yang imobilisasi seperti Iman.

Hanya selang beberapa hari, saya diberitahu oleh perawat bahwa luka lecet dipinggul kiri makin membesar dan bernanah, sedangkan luka di pangkal lengan kiri melepuh. Kemungkinan luka-luka tersebut akibat gesekan kulit terhadap slinger hoist (crane atau alat bantu untuk memindahkan pasien) waktu memindahkan Iman dari tempat tidur ke kursi roda saat waktu mandi. Karena khawatir gesekan slinger-nya akan menyebabkan lukanya membesar, maka sementara ini rutinitas memandikan Iman di kamar mandi dan duduk di kursi roda ditiadakan.

 

Untuk perawatan luka, pada bagian luka dioles Nebacetin ointment dan luka sengaja tidak ditutup rapat agar terkena udara. Agar luka tidak tertekan atau terkena gesekan, perhatikan posisi tidur seperti terlentang atau dimiringkan ke bagian yang tidak ada luka. Jika dimiringkan pada bagian yang terdapat luka berilah penyangga berbentuk donat (gulungan kasa besar yg dibentuk menyerupai donat) sehingga bagian luka akan berada diantara cekungan donat). Tujuannya agar luka tersebut tidak tersentuh permukaan dan mudah mengering.

 

MANFAAT BUAH TEKOKAK UNTUK LUKA

Suatu hari salah seorang teman saya, Maya menyarankan untuk memakai tekokak untuk mengeringkan luka. Caranya: buah tekokak itu dicuci bersih, lalu dirajang (dipotong-potong), dan dimasukan ke segelas air panas mendidih, lalu tutup. Tunggu sampai airnya dingin, lalu diminumkan. Alhamdulillah, dengan perawatan yang rutin dan telaten, lama-kelamaan kondisi kulit berangsur mengering dan bekas lukanya halus.

Perhatikan gambar berikut pertumbuhan jaringan kulit baru dari luka lecet, setelah meminum buah tekokak :

 

 

Sebagai informasi tambahan, selain penggunaan tekokak untuk merawat kulit bekas luka bisa juga menggunakan Silic 15 cream – biasa dipakai ahli kecantikan untuk mengeringkan luka dan menghilangkan bekas jerawat. Sedangkan untuk menjaga kelembaban kulit, bisa menggunakan Sorbolene Cream atau Lotion Bayi yang tidak mengandung minyak.

 

[Catatan Griyakami Homecare: Untuk penggunaan obat-obatan/salep/oinment/cream tertentu disarankan konsultasikan ke dokter terlebih dahulu].

 

Demikianlah sebagian pengalaman yang saya dapatkan dalam merawat suami saya yang mengalami kelumpuhan total karena brain-stem stroke. Semoga pengalaman ini juga bermanfaat bagi yang lain.

[seperti diceritakan oleh ibu Poppie - pengalaman homecare merawat suami (Alm. Bp. Immanuddin Iskandar) yang mengalami brain-stem stroke - 18 April 2006 hingga 18 Februari 2007]. (en)

 

hoist = alat bantu atau sejenis ‘crane’ untuk mengangkat pasien.

slinger = kain gendongan yang terkait pada hoist untuk mengangkat/memindahkan pasien.

brain-stem stroke= stroke yang menyerang batang otak sehingga terjadi kelumpuhan (total) pada anggota tubuh.