Alat Bantu Angkat Pasien [Hoist Crane]
Mengangkat-memindahkan pasien adalah kegiatan rutin sehari-hari yang dilakukan oleh perawat di RS. Kadangkala pasien harus menunggu atau memanggil beberapa perawat jika dia akan diangkat atau dipindahkan dari tempat tidur/kursi roda. Bayangkan, berapa perawat yang dibutuhkan jika ada pasien yang bertubuh besar yang harus diangkat ? Belum lagi jika tenaga perawat itu terbatas ?
HOIST CRANE merupakan alat bantu untuk mengangkat/memindahkan pasien dari tempat tidur, kursi roda atau dari lantai. Alat ini sangat berguna dipakai di Rumah Sakit atau homecareuntuk membantu perawat untuk mengangkat pasien, terutama pasien yang bertubuh besar atau gemuk [max. 190 kg].
Untuk pengoperasiannya hanya diperlukan 2-3 orang tergantung besar atau berat tubuh pasien, yaitu 1 orang yang mengendalikan alat dan 1 atau 2 orang lainnya yang mengendalikan (laju) pasien.
Alat ini dilengkapi dengan sling [gendongan] terbuat dari bahan polyester. Pada sling terdapat sandaran kepala, beberapa tali dan gelang-gelang kait berwarna-warni.
Pada saat sling dikaitkan pada crane, warna gelang yang dikaitkan harus sama agar posisi pasien stabil pada saat diangkat. Tubuh pasien membentuk posisi duduk pada saat diangkat [lihat gambar diatas].
Ada 2 jenis hoist crane:
- ELECTRIC HOIST (hoist listrik), dilengkapi dengan remote control
- MANUAL HOIST memakai sistim hydraulic, dengan cara didongkrak dengan tangan.

Pemeliharaan Hoist :
- Khusus untuk Electric Hoist : battery mesin hoist harus di-”charged” setelah pemakaian, agar siap pakai saat digunakan.
- Alat Angkut (crane) harus kering dan bersih dari debu.
- Sling/Kain gendongan – dapat dicuci, [ikuti label petunjuk cara mencuci]. Jika sling sering dipakai utk mandi pasien/dalam keadaan basah, pilih kain sling jenis “mesh” (kain jenis jala-jala) agar air tidak tergenang dan untuk mempercepat pengeringan.
Namun perlu diingat, secara berkala periksalah selalu hoist, terutama kondisi sling. Jangan sampai kain atau tali-tali rapuh, robek atau berlubang. Semua ini demi keselamatan dan kenyamanan pasien.
Sayangnya, alat ini nampaknya belum umum dipergunakan di Rumah Sakit di Indonesia. Mungkin karena harganya masih relatif mahal? Andaikata RS-RS di Indonesia telah memiliki alat hoist ini, Insya Allah sangat membantu kinerja tenaga perawat. [Para perawat tidak perlu sakit punggung untuk sering memindahkan pasien :-) ] [Endah Widyawati]



